ANOMALI IBU PERTIWI
Anomali Ibu Pertiwi IS Suatu kali Yesus pergi ke sebuah negeri nan jauh di Asia Menjejak tanah yang kini kehilangan identitas leluhurnya Ia membungkuk, menyentuh tanah. Tanah itu masih hangat, tetapi tidak lagi akrab. Kata akamsi sini sih … “Dulu hutan,” sambil menunjuk jauh, “sekarang sawit’’ Lebih rapi, lebih pasti, lebih cuan.” Burung-burung rupanya tak paham ekonomi. Mereka pergi tanpa pamit. Tentu… Sawit tak pernah salah, Ia hanya tumbuh sesuai perintah tangan-tangan yang menanamnya. Yang aneh bukan pohonnya melainkan hati yang merasa paling rasional ketika hutan tinggal nostalgia. Kemudian, Ia berjalan lagi, Sementara di lorong sekolah yang retak seorang anak menunduk, menggenggam tas kosong seperti menggenggam harga diri yang koyak. “Kenapa kau menangis?” tanya-Nya pelan. “Aku tak punya pena,” jawab suara yang hampir tak terdengar, “bahkan huruf-huruf ini terlalu mahal untuk keluarga kami.” Dengan tatapan nanar, Yesus berjalan lagi, mencari hati yang masih mau ...