Postingan

Berteman dengan Konflik

Gambar
          Manusia dekat dengan konflik. Bahkan sejak lahir ke dunia, keluar dari rahim seorang ibu, ia sudah berkonflik. Ia berkonflik dengan keadaan. Ketika berada di dalam rahim, hidup manusia sangatlah nyaman. Ia mendapat tempat tinggal secara gratis dan asupan nutrisi yang terjamin. Begitu ia keluar dari rahim, reaksi pertama adalah menangis. Menangis karena berjumpa dengan keadaan yang baru, keadaan yang membuat ia tidak nyaman.        Maka, sebenarnya konflik dekat dengan kata keluar. Sejak kita bangun dari tidur, kita siap untuk berkonflik. Sejak kita membuka pintu kamar kita dan melangkah keluar kamar, kita sudah siap untuk berkonflik. Kita akan bertemu dengan berbagai macam keberagaman, keadaan, karakter, pendapat, kepentingan, budaya, hingga nilai. Sejatinya, hidup adalah keberanian untuk memasuki setiap kemungkinan konflik.      Apakah Tuhan yang menjadi manusia, kemudian hidup bersama-sama dengan manusia, hingg...

ANOMALI IBU PERTIWI

Gambar
Anomali Ibu Pertiwi IS Suatu kali Yesus pergi ke sebuah negeri nan jauh di Asia Menjejak tanah yang kini kehilangan identitas leluhurnya Ia membungkuk, menyentuh tanah. Tanah itu masih hangat, tetapi tidak lagi akrab.    Kata akamsi sini sih … “Dulu hutan,” sambil menunjuk jauh, “sekarang sawit’’ Lebih rapi, lebih pasti, lebih cuan.” Burung-burung rupanya tak paham ekonomi. Mereka pergi tanpa pamit. Tentu… Sawit tak pernah salah, Ia hanya tumbuh sesuai perintah tangan-tangan yang menanamnya. Yang aneh bukan pohonnya melainkan hati yang merasa paling rasional ketika hutan tinggal nostalgia. Kemudian, Ia berjalan lagi, Sementara di lorong sekolah yang retak seorang anak menunduk, menggenggam tas kosong seperti menggenggam harga diri yang koyak. “Kenapa kau menangis?” tanya-Nya pelan. “Aku tak punya pena,” jawab suara yang hampir tak terdengar, “bahkan huruf-huruf ini  terlalu mahal untuk keluarga kami.” Dengan tatapan nanar, Yesus berjalan lagi, mencari hati yang masih mau ...

Dalam Setiap Denyut Darahku, Ada Doa Papa dan Mama

Gambar
         Tentu... a ku sering merenung tentang siapa diriku, dan dari mana aku berasal. Dalam setiap langkah panggilan imamat yang kutapaki, aku menyadari bahwa darah yang mengalir dalam diriku bukan sekadar warisan biologis saja... melainkan juga warisan nilai, budaya, dan spiritualitas yang membentuk diriku hingga saat ini. Di dalam diriku mengalir dua darah : darah Jawa dari Papa, dan darah Toraja dari Mama. Dua kebudayaan besar yang berbeda, namun berpadu indah dalam diriku seperti dua aliran sungai yang bertemu dan menyatu di dalam satu muara panggilan Tuhan.           Terima kasih Papa, atas warisan darah Jawa yang mengajarkanku untuk ngajeni , menghormati siapa pun tanpa memandang latar belakangnya. Dari darah Jawa aku belajar tentang keteduhan hati, kesabaran, dan kehalusan budi . Papa menanamkan padaku arti penting tata krama dan keselarasan , bahwa dalam hidup, keseimbangan antara kata dan tindakan, antara lahir dan batin...

Finding My Rebecca

Gambar
   ''Finding My Rebecca'' Nama lengkapku adalah Ishak Servianto. Nama baptisku Ishak. Panggilanku Jato. Lengkap sudah kerandoman nama ini. Semoga tidak menular ke orangnya. Ketika kecil aku sempat bertanya-tanya kepada mama, kenapa nama baptisku Ishak? Tidak seperti teman-temanku yang menyandang nama-nama keren seperti Antonius, Gabriel, Benedict, dll, bahkan adikku sendiri nama baptisnya Reinhard. Siapa lagi Reinahrd ini wkwk.. Jadi begini ceritanya, dengerinnn biar nggak salah... Nama Ishak (Ø¥ِسْØ­َاقَ) dalam bahasa Arab, yang juga merupakan nama dalam bahasa Ibrani (×™ִצְ×—ָ×§, Yitzhak), memiliki arti "ia tertawa" atau "tersenyum". Nama ini diberikan karena berkaitan dengan kisah kelahiran Ishak, di mana ibunya, Sara, tertawa mendengar kabar gembira bahwa ia akan memiliki anak di usia tua. Maka, harapannya aku tumbuh sebagai lelaki yang membawa sukacita, kebahagiaan, kegembiraan, tawa dan tentu rupawan haha... Kalau dalam Kitab Suci, dikisahkan bahwa ...

Katekese Series 4 : GEREJA ORTHODOX

Gambar
                                                                                      Gereja Orthodox Pertama- tama harus dipahami terlebih dahulu hal apa yang memisahkan antara gereja yang menamakan diri sebagai gereja Katolik Orthodox Chalcedon (Kalsedon), dengan Gereja Katolik. Namun sebelumnya mari kita lihat dahulu apa sebenarnya yang disebut Gereja- gereja yang mengikuti ajaran Kalsedon dan mana yang tidak. Untuk itu mari melihat pada sejarah Gereja: 1.⁠ ⁠Konsili Kalsedon pada tahun 451 Kita ketahui dari sejarah bahwa di abad- abad awal telah terdapat ajaran- ajaran yang berusaha untuk menyederhanakan misteri ke-Tuhanan dan kemanusiaan Yesus, pada saat Ia menjelma menjadi manusia. Ajaran- ajaran sesat tersebut, memberikan pen...

Katekese Series 3 : KESELAMATAN ORANG BUKAN KRISTEN

Gambar
                                                                        Apakah tetap Katolik pasti selamat? ⁠KGK 837, ‘’Tidak selamatlah anggota Gereja yang tidak bertekun dalam kasih, yang tinggal dalam Gereja dengan ‘’badan’’, tidak dengan ‘’hati’’. ⁠Tinggal dengan badan, tidak dengan hati (bahasa kiasan), kamu orang Katolik tetapi tidak berbuat apapun sesuai yang difirmankan Sang Kristus (ada nggak orang seperti itu? ADA) TIDAK SELAMAT (Neraka) alias Katolik KTP, yang masuk surga KTPnya... ⁠Mat 7:21, ‘’Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. ⁠1 Yoh 2:4, ‘’Siapa yang berkata, ‘’Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendust...

Merangkul Ketidakberdayaan dengan Pengharapan

Gambar
I.     Pengantar      Saya bersama dengan dua teman saya yakni Fr. Henrikus SCJ & Fr. Kasmin menjalani live-in teologi harapan sebagai bagian dari perkuliahan program bakaloreat. Pengalaman live-in di RSU Palang Biru Gombong yang berlangsung dari tanggal 11-22 September 2024 sungguh menjadi pengalaman yang amat berharga bagi kami. Dalam proses live-in tersebut kami berjumpa dengan banyak pasien dari berbagai kalangan, agama, dan jenis penyakit yang diderita. Selain perjumpaan dengan para pasien, kami juga berjumpa dengan keluarga pasien, dokter, perawat, tim medis dan non medis, serta berbagai pihak yang bekerja dan melayani di rumah sakit tersebut. Melalui pengalaman ini kami dapat belajar untuk menjadi sahabat bagi mereka yang menderita, khususnya mereka yang tengah berjuang melawan rasa sakit.      Selain itu, pengalaman live-in tersebut juga menyisakan rasa yang sungguh mengesan di hati kami. Perasaan kasihan, haru, iba, simpati, sekaligus...