Finding My Rebecca

   ''Finding My Rebecca''




Nama lengkapku adalah Ishak Servianto. Nama baptisku Ishak. Panggilanku Jato. Lengkap sudah kerandoman nama ini. Semoga tidak menular ke orangnya. Ketika kecil aku sempat bertanya-tanya kepada mama, kenapa nama baptisku Ishak? Tidak seperti teman-temanku yang menyandang nama-nama keren seperti Antonius, Gabriel, Benedict, dll, bahkan adikku sendiri nama baptisnya Reinhard. Siapa lagi Reinahrd ini wkwk..

Jadi begini ceritanya, dengerinnn biar nggak salah... Nama Ishak (إِسْحَاقَ) dalam bahasa Arab, yang juga merupakan nama dalam bahasa Ibrani (יִצְחָק, Yitzhak), memiliki arti "ia tertawa" atau "tersenyum". Nama ini diberikan karena berkaitan dengan kisah kelahiran Ishak, di mana ibunya, Sara, tertawa mendengar kabar gembira bahwa ia akan memiliki anak di usia tua.

Maka, harapannya aku tumbuh sebagai lelaki yang membawa sukacita, kebahagiaan, kegembiraan, tawa dan tentu rupawan haha...

Kalau dalam Kitab Suci, dikisahkan bahwa Ishak mengasihi Ribka dengan sepenuh hati (Kej 24:67). Ribka menjadi tanda berkat Allah, seorang pendamping dalam perjanjian keselamatan. Namun sebagai seorang frater, aku juga menyandang nama Ishak, dan aku sendiri diundang untuk bertanya di dalam keheningan : Siapakah Ribkaku?

Jika di masa lalu Ribka adalah seorang wanita yang menjadi pasangan hidup Ishak, maka dalam konteks hidup imamat dan panggilan religiusku, Ribka mengambil bentuk lain.
Mungkin Ribka adalah orang-orang yang kulayani:

  • mereka yang terluka dan haus akan kasih Tuhan,

  • anak-anak, orang muda, umat di pelosok,

  • bahkan rekan sekomunitas yang menantikan perhatian dan kepedulian.

Mungkin Ribka juga adalah misi dan tugas perutusanku,
ladang pelayanan tempat Tuhan menanamkan benih cinta-Nya
untuk bertumbuh melalui tangan saya yang rapuh.

Seperti Ishak, aku dipanggil mencintai Ribka ini dengan sepenuh hati:
menggembalakan, merawat, menjaga,
memberikan hati secara total
meskipun kadang tanpa balas dan tanpa pamrih.
Itulah cinta yang dimurnikan oleh Allah,
cinta yang menjadi cerminan kasih Kristus sendiri.


  • Siapakah Ribka dalam hidup panggilanku saat ini?

  • Apakah aku sudah mencintainya dengan sepenuh hati seperti Ishak?

  • Adakah aku bersyukur atas cara Allah menghadirkan “Ribka” di jalan panggilan saya?



My Rebecca

Aku berjalan di tanah sunyi,
Seperti Ishak menanti di padang,
membiarkan angin menelusuri jejak langkahku,
membisikkan harap tentang seseorang yang datang 
seorang Ribka, yang menyejukkan dahaga jiwaku.

Tetapi siapakah Ribkaku, Tuhan?
Apakah dia wajah seorang kekasih yang tak sempat kupeluk?
Atau sebuah misi, sebuah karya, sebuah ladang
tempat Kebaikan-Mu berakar dan tumbuh?

Ishak, anak perjanjian,
menemukan Ribka bukan hanya karena cinta manusia,
tetapi karena Engkau yang menuntun
langkah hamba Abraham,
dan membukakan pintu air sumur
di mana cinta sejati menimba keberanian.

Dan kini, sebagai lelaki dengan status frater
yang juga menyandang nama Ishak,
aku bertanya dalam doa:
siapakah Ribkaku?
Mungkin bukan seorang perempuan
untuk kujemput di pelataran harapan,
tetapi umat yang Kauserahkan kepadaku,
wajah-wajah yang haus akan kasih dan penggembalaan.

Aku rindu mencintai dengan sepenuh hati,
seperti Ishak mencintai Ribkanya,
tetapi cintaku Kupersembahkan untuk-Mu, Tuhan,
untuk Gereja, untuk saudara-saudaraku,
agar mereka menjadi sumur yang tak pernah kering
oleh rahmat dan penghiburan.

Tuntun aku menemukan Ribka dalam setiap jiwa
yang Kauhadirkan di perjalanan panggilanku;
ajarlah aku menimba kasih di sumur pengabdian,
agar cinta yang kulimpahkan
menjadi sungai damai
yang mengalir dari hati-Mu sendiri.

Maka dalam doa malamku, aku memohon:
Tuhan, tunjukkan siapa Ribkaku hari ini.
Ajarilah aku untuk mengenalnya, merawatnya, mencintainya,
dan menyerahkannya kembali kepada-Mu.

Sebab pada akhirnya,
Ribkaku bukan hanya orang yang kucintai,
tetapi juga kesempatan
untuk merasakan betapa besar cinta Allah
yang lebih dahulu mencintai aku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

'' BKTH ''

Dalam Setiap Denyut Darahku, Ada Doa Papa dan Mama