Katekese Series 2 : DEBAT KEILAHIAN YESUS
Debat Keilahian Yesus : Perbantahan Kristologis Arianisme
• Maklumat Milan/Edik Milan pada AD 313, ‘’The Edict of Milan proclaimed by Roman Emperors Constantine and Licinius bestowed tolerance for Christianity and other religions’’, memberikan kebebasan pada agama Kristen dan agama lainnya untuk bebas berkembang di Roma.
• Konsili Nikea (325 AD)
Melawan ajaran Arius = Arianisme
• Apa saja ketetapan Konsili Nikea?
Menjadi cikal bakal Credo Panjang/Credo Nikea-Konstantinopel
Kami percaya akan satu Allah Bapa, dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, ... dilahirkan bukan dijadikan (artinya bukan diciptakan), sehakikat dengan Bapa, segala sesuatu baik di surga (ciptaan rohani = malaikat) maupun di bumi (lih. Kej 1) dijadikan oleh-Nya (pra-eksistensi = Yesus belum berwujud manusia, berbentuk firman), ...
yang turun dari surga dan menjadi manusia untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita, yang menderita dan bangkit pada hari ketiga... dan (kami percaya) akan Roh Kudus. (Masih Credo Nikea, belum ada tambahan...)
Mengapa kami percaya = kata ''kami'' ditujukan kepada para Bapa Konsili yang ikut Konsili
• Yang diperdebatkan adalah KEILAHIAN Yesus itu sendiri
• Siapa saja yang mengatakan : ada waktu ketika Ia tidak ada dan Ia tidak ada sebelum dilahirkan dan bahwa Ia dijadikan dari ketiadaan,...
Ia yang dimaksud di sini ialah Sang Putra = Yesus.
... atau siapa saja yang menyatakan bahwa Ia berbeda hypostasis atau hakikat dengan Bapa, atau bahwa Putra Allah diciptakan atau berubah atau tunduk pada perubahan, anathema sit (terkutuklah dia).
1 Kor 16:22, ‘’Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata! 16:23 Anugerah Tuhan Yesus menyertai kamu.
• Bagaimana pandangan Arianisme?
1. Ada waktu ketika Putra tidak ada (Pada titik tertentu Putra baru ada, dulu tidak ada, kemudian baru ada)
2. Putra tidak ada sebelum dilahirkan (Allah Putra sebelumnya tidak ada, pada saat dilahirkan barulah Dia ada...)
3. Putra dijadikan dari ketiadaan (Putra diciptakan)
4. Putra berbeda hypostasis atau hakikat dengan Bapa (Bapa adalah pencipta, sedangkan Putra adalah ciptaan)
5. Putra Allah diciptakan atau berubah atau tunduk pada perubahan
• Apakah Yesus tidak diakui sebagai Tuhan sebelum Konsili Nikea? Kenapa Arius bisa menyimpulkan sedemikian rupa?
Kis 2:36 Jadi, seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.’’
Artinya sebelum Konsili Nikea, Gereja sudah mengakui Ketuhanan Kristus, tidak ada masalah. Ketika Arius membuat ajaran yang berbeda, ajaran yang heretik atau sesat, maka Gereja merumuskan kembali ajaran yang diyakini.
• Maka, Konsili Nikea tidak merumuskan ajaran baru, tetapi menegaskan kembali rumusan gereja sejak awal mula. Bahkan, sebuah grafiti kuno menjelaskan bahwa sejak Gereja awal, Yesus Kristus diakui sebagai Tuhan.
• Apakah Yesus pernah bukan Tuhan?
Yoh 13:13, ‘’Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan’’, Sejak semula Yesus tidak pernah tidak Tuhan, Yesus adalah Tuhan. Yesus mengakui-Nya dan para murid mengiyakan (iman).
• Yoh 4:26, Kata Yesus kepadanya, ‘’Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.’’ Akulah Dia/Ego eimi (huruf Yunani). Ego eimi adalah nama yang diwahyukan kepada Musa = Kel 3:14 (Firman Allah kepada Musa: Aku adalah Aku (Ego eimi). Lagi firman-Nya:‘’Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: Akulah Aku telah mengutus aku kepadamu.’’
Alkitab mau mengatakan bahwa Yesus adalah yang sama dengan yang mewahyukan kepada Musa. Sebagai Firman, Ia sudah ada dan bertemu dengan Musa dan mengatakan ‘’Aku adalah Aku’’ dalam wujudnya sebagai firman.

Komentar
Posting Komentar